No products in the cart.
Film ini menceritakan tentang tiga orang sahabat, satu cowok dan dua cewek, yang sudah nempel sejak kecil banget. Hobi mereka pun sama, yaitu main basket, jadi mereka hampir ketemu setiap hari. Tapi pas mereka mulai masuk masa SMA, semuanya pelan-pelan berubah. Mereka mulai punya keinginan dan impian yang berbeda, tidak lagi sama seperti dulu waktu masih kecil. Tapi walaupun begitu, mereka tetap berusaha keras supaya tetap relevan satu sama lain dan maunya tetap bareng-bareng terus.
Masalah jadi makin rumit waktu benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka sampai akhirnya terjebak dalam cinta segitiga. Mereka akhirnya sadar kalau sebagai sahabat, mereka harus berani jujur dengan perasaan masing-masing supaya ikatan mereka tidak hancur.
Secara murni, ini sebenarnya tipikal film remaja yang mengangkat masa-masa SMA. Tapi ada perasaan sedih yang berbeda yang Minvies rasakan saat menonton ini. Karena pemeran utamanya, Yeo-ul yang diperankan Kim Sae-ron, ternyata sudah meninggal tahun lalu by su*cide sebelum film ini resmi rilis. Jadi sepanjang menonton rasanya lebih melankolis saja—sedih karena sadar kalau kita tidak akan bisa lagi melihat karya-karya dia yang lain di masa depan.
Vibe persahabatan mereka dapat banget, terasa kalau mereka benar-benar dekat. Pemeran laki-laki dan perempuannya juga cukup bagus membawakan karakternya; akting mereka natural. Karena ceritanya tentang anak SMA, film ini juga terasa ringan banget.
Sayangnya, banyak banget adegan yang terasa seperti dipotong paksa atau langsung di-cut begitu saja. Jadinya ada beberapa bagian yang terasa tidak nyambung antara satu adegan dengan adegan lainnya. Terus ada beberapa scene yang menurut Minvies dramanya terasa terlalu dipaksakan, jadi jatuhnya agak cringey pas ditonton.
Walaupun ada beberapa kekurangan teknis, film ini tetap worth-to-watch. Alasan utamanya karena ini merupakan semacam last tribute atau karya terakhir dari Kim Sae-ron. Menonton film ini rasanya seperti cara kita untuk menghargai bakat dia untuk terakhir kalinya.

Film yang manis tapi sekaligus bikin sesak karena latar belakang kenyataannya. A simple high school story with a deep emotional weight behind the screen. Tonton We, Everyday di bioskop mulai 11 Maret 2026.
Rate: 3/5
by @liradndra