Film horor yang menarik membiarkan penonton duduk tenang, memperhatikan detail kecil, lalu perlahan menanamkan rasa tidak nyaman yang semakin lama semakin menyesakkan. Passenger jatuh ke dalam kategori film yang mencoba bermain di wilayah tersebut. Dengan premis sederhana tentang sepasang kekasih, Maddie dan Tyler, yang terjebak dalam situasi mengerikan di perjalanan mereka, film ini berusaha membangun ketakutan lewat atmosfer, misteri, dan sosok menyeramkan yang terus menghantui dari kejauhan.
A Great Hook
Sejak pertama kali melihat cuplikan pembukanya di bioskop beberapa bulan lalu, Minvies langsung tertarik dengan film ini. Menariknya, promosi yang ditampilkan bukan trailer biasa, melainkan potongan adegan pembuka film yang disusun seperti sebuah misteri besar. Cara penyajiannya sangat efektif membangun rasa penasaran. Rasa penasaran bertambah karena film ini disutradarai oleh André Øvredal, sosok di balik The Autopsy of Jane Doe yang sukses menciptakan ketegangan luar biasa lewat atmosfer yang sederhana namun efektif. Dengan premis dan nama sutradara seperti itu, ekspektasi terhadap Passenger otomatis menjadi sangat tinggi.
Good Scares
Pada paruh awal, film ini sebenarnya cukup berhasil membangun rasa tegang. Atmosfer sunyi yang dingin terasa menekan, sementara kamera perlahan mengarahkan perhatian penonton pada hal-hal kecil yang terasa janggal. Kemunculan sang sosok misterius, the passenger,. dengan desain karakternya benar-benar menyeramkan… so good. Setiap kali ia muncul di layar, suasana bioskop langsung berubah tegang. Banyak penonton berteriak, menutup mata, hingga gelisah sepanjang adegan berlangsung. Dalam konteks hiburan horor mainstream, film ini jelas cukup efektif membuat penonton ketakutan.
Nice Background
Selain itu, hubungan antara Maddie dan Tyler juga menjadi elemen yang cukup menarik. Latar belakang hubungan mereka terasa relevan dengan tema horor yang ingin dibangun film ini. Passenger mencoba memperlihatkan bagaimana trauma, rasa takut, dan hubungan yang mulai retak bisa memperburuk situasi ketika seseorang berada dalam kondisi bertahan hidup. Pelajaran yang dipetik kedua karakter di akhir cerita juga masih terasa sejalan dengan konflik emosional yang mereka hadapi sejak awal, dan itu menjadi salah satu aspek yang Minvies cukup apresiasi dari naskahnya.
The Execution…
Namun sayangnya, semakin film berjalan, semakin terasa bahwa Passenger tidak benar-benar berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar. Salah satu masalah terbesar film ini adalah bagaimana materi promosi yang ditampilkan terasa jauh lebih menarik dibanding isi keseluruhan filmnya sendiri. Adegan pembuka yang dipakai sebagai teaser seolah menjanjikan misteri besar dan konsep horor yang unik, tetapi setelah itu film justru berubah menjadi thriller kejar-kejaran yang terasa cukup generik. Rasanya seperti menonton dua film berbeda yang tidak sepenuhnya menyatu.
Repeating It Over and Over Again
Ketegangan yang dibangun pun lama-kelamaan terasa repetitif. Film terlalu sering mengandalkan pola yang sama: suasana sunyi, kemunculan tiba-tiba, lalu jumpscare keras. Sayangnya, banyak jumpscare di sini terasa kurang earned karena build-up menuju adegannya terasa datar dan monoton. Setelah beberapa kali pola itu diulang, rasa takutnya mulai kehilangan efek spesial.
Still a Decent Watch
Terlepas dari kekurangannya, Passenger tetap memiliki kualitas hiburan yang cukup solid untuk penonton umum, terutama bagi mereka yang memang mencari pengalaman horor penuh ketegangan di bioskop. Atmosfernya efektif, desain monstrositasnya menyeramkan, dan beberapa adegan berhasil memancing reaksi penonton secara langsung. Namun bagi penonton yang mengharapkan horor dengan konsep yang konsisten dan perkembangan cerita yang lebih kuat, film ini mungkin terasa kurang memuaskan.
Pada akhirnya, Passenger adalah film yang berhasil membuat penonton tegang sesaat, tetapi belum sepenuhnya berhasil meninggalkan kesan mendalam setelah lampu bioskop kembali menyala.
Rate: 3/5
Review by @adammartahadi