Review Film Mother Mary: Ketika Perasaan, Persepsi dan Spiritualisme Beradu

Cart Items 0

No products in the cart.

Film produksi 2026 dari A24 ini, naskahnya ditulis dan disutradarai oleh David Lowery, merupakan film bergenre psikologi thriller. Film ini mengisahkan seorang pop star yang dikenal sebagai “Mother Mary” (Anne Hathaway) yang sangat tenar, namun mengalami krisis psikis serius yang memengaruhi penampilan persona panggungnya. Ia merasa bahwa busana panggungnya kini tidak lagi cocok mencerminkan dirinya.

Sebagai upaya Mary untuk kembali ke tur musiknya, ia lalu memutuskan untuk menepi sejenak guna mencari kembali Michaela Coel (Sam Anselm), sahabat dan teman dekatnya sekaligus perancang andalan busana pertunjukan Mother Mary di masa lampau. Sam ternyata masih menyimpan kepahitan terhadap Mary di masa lalu karena merasa terlupakan akibat ketenaran Mary.

Plot utama dari film yang berdurasi hampir dua jam ini dimulai ketika Mary dan Sam dipertemukan kembali dan beradu kata-kata yang cukup dalam dan intens. Meskipun hanya melibatkan sedikit tokoh sentral—tepatnya Mary dan Sam—interaksi keduanya merupakan kekuatan utama film ini. Hampir sepanjang film, penonton dibuat seakan-akan terlibat dalam kejadian di masa lalu yang melibatkan konflik batin antara Sam dan Mary, serta membuat pikiran terus berputar menganalisis apa yang akan terjadi selanjutnya. Kostum, khususnya untuk karakter pop star dalam film ini, sangat memukau, eksentrik, dan menarik.

Ide cerita film ini sendiri, menurut Lowery, sebagian terinspirasi dari Francis Ford Coppola melalui film Bram Stoker’s Dracula, serta imajinasinya dalam memanifestasikan sosok Taylor Swift sebagai pop star dalam 10 tahun mendatang yang energik, cantik, dan tetap anggun dalam nuansa eksentrik, dengan sedikit sentuhan religius seperti Bunda Maria/Mother Mary.

Adapun hal yang sedikit kurang, menurut penulis, adalah alur film yang agak terlalu lambat, cukup jelas terlihatnya lip sync Anne Hathaway dalam performa panggungnya sebagai Mother Mary, serta dimunculkannya sudut pandang Hilda (Hunter Schafer), asisten Sam yang baru saja dikenal Mary sebagai subjek yang dapat memberikan konklusi begitu utuh terhadap detail hubungan Mary dan Sam. Sementara itu, keterlibatan Hilda sendiri sangat minim dalam interaksi verbal kedua tokoh utama.

Secara keseluruhan, film ini cukup menarik dan layak ditonton, khususnya bagi Anda yang menyukai film yang memantik untuk berpikir keras, dengan bonus sentuhan artistik seni busana dan panggung konser pop bintang.

Rating pribadi: 3,5/5

Ditulis oleh: @ameliyaros

Leave a Reply

cropped-cropped-GAC-MEDIA-LOGO.png

Gac-Media.com Media komunitas adalah platform media yang dimiliki, dikelola, dan diproduksi oleh anggota komunitas lokal untuk memenuhi kebutuhan informasi, ekspresi, dan partisipasi mereka.

Cinere Resort Apartemen, Depok Jawa Barat, 16512

© 2025 Gac-Media.com - Platform Media Komunitas.