
Whistle hadir sebagai film horor dengan gaya eksentrik dan konsep mind-bending yang cukup berani. Film ini mengangkat ide sederhana namun menarik: sebuah pluit kuno terkutuk yang mampu memicu teror berupa simulasi kematian mengerikan bagi siapa pun yang mendengarnya. Premis ini menjadi fondasi kuat untuk membangun atmosfer horor thriller yang berbeda dari film sejenis.
Cerita berpusat pada sekelompok anak muda yang secara tak sengaja menemukan sebuah pluit kuno di dalam sebuah loker tua. Tanpa mengetahui bahaya di balik benda tersebut, salah satu dari mereka meniup pluit itu. Suara nyaring dan aneh pun terdengar, dan sejak saat itu, teror mulai terjadi.
Satu per satu dari mereka diteror oleh berbagai simulasi kematian yang brutal, mengerikan, dan penuh darah. Kutukan pluit tersebut seolah menjadi pintu masuk menuju serangkaian kejadian horor yang tak terelakkan. Pertanyaannya, bagaimana cara mereka menghentikan kutukan ini sebelum semuanya terlambat?
Secara konsep, Whistle menawarkan pendekatan thriller horor yang cukup segar. Ide tentang “simulasi kematian” sebagai bentuk teror membuat film ini terasa lebih psikologis dan mind-bending. Ditambah dengan visualisasi gore yang berani, film ini tidak segan menampilkan adegan-adegan brutal yang bisa membuat penonton merasa ngilu dan tidak nyaman.
Desain makhluk, bentuk setan, serta variasi cara kematian dalam film ini tergolong unik dan kreatif. Treatment visualnya jarang digunakan di film horor kebanyakan, sehingga secara estetika, Whistle memiliki identitas yang cukup kuat.
Plot film ini bergulir dengan tempo yang relatif tenang dan tidak terlalu membosankan. Namun, terdapat beberapa adegan yang terasa tidak terlalu penting dan seolah hanya dibuat untuk membangun chemistry antar karakter, bukan untuk memperkuat cerita utama.
Masalah utama film ini terletak pada pengarahan (directing). Visi cerita sebenarnya cukup luas dan potensial, bahkan ending-nya terasa menggigit. Sayangnya, eksekusinya terasa kurang maksimal. Banyak karakter yang tidak memiliki motivasi dan latar belakang yang jelas, sehingga akting mereka terasa kurang believable dan sulit membangun empati penonton.
Secara keseluruhan, Whistle adalah film horor dengan ide yang segar dan potensi besar, namun terhambat oleh eksekusi yang setengah matang. Storytelling yang terlalu mengarahkan penonton membuat misteri dalam film ini kurang terasa, sementara karakter yang dangkal membuat film ini sulit meninggalkan kesan mendalam.
Meski memiliki konsep menarik dan visual yang berani, Whistle tetap terasa sebagai film horor yang mudah terlupakan. Sebuah karya dengan visi besar, tetapi belum mampu dieksekusi secara maksimal.